Bahagia Versi Diri Sendiri

Kalau ditanya apa ya bahagia versi diri sendiri? Hmm, yang pasti ketika terus menerus berada dalam kesyukuran, bisa beribadah dengan tetap semangat, bisa bekerja dengan profesional dan menjalani keseharian dalam keadaan sehat. Wah, banyak juga ya…

Bahagia Itu Tak Sulit Diraih Sebenarnya

Paragraf paling atas itu adalah kebahagiaan saya. Yah itulah bahagia versi diri sendiri, sebenarnya ia tak sulit diraihm sudah dinikmati sehari-hari, sederhana saja, seperti lirik lagunya Abdul dan Wina Natalia berikut:

Bahagia itu sederhana

Hanya dengan melihat senyummu

Ketika dunia seakan mau hancur

Kita bercanda, tertawa bersama

Sederhana

Melihat tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya saja sudah membuat hati dipenuhi rasa syukur. Mengetahui bahwa pasangan hidup tetap setia apalagi… hmm, semakin happy deh rasanya.

Paling tidak banyak hal telah dikecap selama ini, nikmat iman, nikmat waktu luang, khusus di masa pandemi, nikmat tetap sehat walafiat adalah kebahagiaan tak terkira rasanya

Bahagia Versi Diri Sendiri
Tersenyum bahagia

Berikut rincian bahagia versi saya:

  1. Keluarga sehat-sehat semua, suami dan anak-anak adalah harta yang paling berharga di dunia dan akhirat nanti insyallah, semoga senantiasa dilindungi Allah SWT.
  2. Memiliki waktu menulis secara rutin. Wah, ini kebahagiaan banget bagi saya karena kesibukan sebagai istri, ibu empat anak, dan pengajar di perguruan tinggi membuat waktu duduk menulis menjadi terjepit bahkan hilang bagaikan ditiup angin. Namun orang bijak mengatakan bahwa penulis tidak menunggu waktu yang tepat untuk menulis, tetapi penulis memang meluangkan waktunya untuk menulis. Mudah-mudah tidak salah ya, baca sekilas di Twitter seperti itu.
  3. Anak-anak mencintai ilmu pengetahuan. Nah, di masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) seperti ini saya dan suami berusaha membuat anak enjoy dengan belajarnya. Mereka buka buku sih, tapi karena alasan PR semata, diminta guru membuka halaman sekian, setor tugas, selesai. Hiks
  4. Bisa melanjutkan studi dengan beasiswa. Hmm, siapa sih yang tidak mau dibiayai pemerintah untuk lanjut sekolah lagi hingga jenjang akademik tertinggi? Namun harus dimaklumi juga bahwa seluruh negara di seluruh dunia ini sedang disibukkan dengan vaksinasi sehingga dana untuk menyekolahkan dosen (katanya) terpakai untuk itu. Ah, semoga bisa lulus beasiswa. Aamiin.
  5. Bisa traveling lagi bareng keluarga. Nah, sepertinya poin kelima ini menjadi harapan dan hal yang bikin bahagia orang di seluruh dunia ya. Siapa sih yang tidak ingin bebas jalan-jalan lagi seperti masa sebelum pandemi?

Khusus yang nomor 4 saya pikir tidak semua orang bisa melanjutkan studi dengan beasiswa. Maka jika bisa lulus lagi didanai dengan beasiswa, saya amat sangat berbahagia dan bersyukur. Seperti pendidikan S2 kurang lebih 11 tahun yang lalu.

Bismillah saya menyusun berkas pendaftaran saat anak kedua berusia 8 bulan. Senang sekali saat akhirnya lulus dan saya tinggal duduk tenang saja belajar, urusan dana sudah dikover Dikti.

Kesimpulan

Bahagia versi diri sendiri tentunya akan berbeda-beda, tergantung sudut pandang dan perasaan penulisnya. Seperti saya, bahagia menurut saya jika keluarga sehat semua, bisa menulis dengan rutin tanpa distraksi, anak-anak mencintai ilmu pengetahuan tak hanya karena ada PR baru buka buku, bisa melanjutkan studi dengan beasiswa, dan bisa traveling bareng keluarga lagi seperti sebelum masa pandemi. Semoga bisa ya, mari kita doakan bersama agar masa pagebluk ini lekas berlalu.

Demikian sharing singkat saya kali ini, Teman-teman… jika ada yang ingin dibagikan ke saya, silakan tinggalkan komentar di bawah ini ya. Terima kasih.

Pengalaman Memberikan Generos Ke Anak Sendiri

Pertama kali memegang kemasan Generos pada saat suplemen herbal yang kaya manfaat untuk anak ini tiba, sekitar pertengahan bulan April 2021 lalu. Waktu itu langsung saja saya mencari tahu perihal Generos di internet. Dan saya pun kaget membaca hasil penelusuran yang saya peroleh mengenai sederetan khasiat si nutrisi otak anak cerdas Indonesia ini.

Khasiat Generos bagi Tubuh Anak

Khasiat Generos atau Genius for Neuron yang sangat membantu dalam menjaga kesehatan tubuh anak, banyak sekali. Antara lain: menutrisi otak, meningkatkan daya ingat, mengaktivasi neuron otak, menambah kecerdasan, meningkatkan fungsi syaraf pusat, mencegah kepikunan, menangkal radikal bebas, meningkatkan kemampuan cerna, memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan, melawan infeksi bakteri, melancarkan peredaran darah, melindungi sel dari kerusakan, merangsang otak untuk nafsu makan, dan regenerasi sel tubuh. Wah, banyak sekali ya, khasiat Generos ini.

Apa sih Fungsi Utama dari Generos Ini?

Setelah saya mengetahui khasiat dari si biru cantik Generos ini, saya semakin bersemangat memnberikannya ke anak. Kebetulan anak saya ada empat, dua orang mondok di sebuah pesantren di dalam kota kami. Nah, yang dua lagi masih berusia 10 tahun dan 4 tahun. Kepada merekalah saya berikan Generos ini. 

Bersama putri ketiga yang beranjak usia belasan, kami juga membaca fungsi utama dan fungsi pencegahan dari Generos, yaitu:

  1. Membantu mengatasi gangguan speech delay./ terlambat bicara, anak autis, dan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah. Generos membantu merangsang saraf verbal anak untuk lancar berbicara.
  2. Mencegah bakteri jahat yang menyerang sistem kekebalan tubuh
  3. Mencegah penyakit degeneratif dan infeksi, seperti meningitis, vertigo, infeksi otak, kanker otak, berbagai tipe kanker, prostat, penyakit kulitm payudara, dan penyakit pada usus besar.

Generos Menjadi Solusi bagi Anak

Senangnya bisa berkenalan dengan Generos ini adalah turut memberikan solusi bagi permasalahan tingkah laku bagi anak. Lho kok bisa? Bisa dong… karena Generos termasuk jamu, khasiat dan fungsinya dapat memengaruhi dari dalam sikap anak. Apa saja contohnya?

  • Anak yang pemalu menjadi periang, wah keren banget ya, soalnya bundanya ikut malu juga kalau anaknya ditanya orang tidak bisa menjawab karena malu dan lebih memilih menarik diri dari interaksi. Kalau anaknya periang, lebih disukai dan jadi memiliki banyak teman ketimbang yang pendiam dan pemalu.
  • Anak yang pasif menjadi komunikatif,  Ngaku deh ibu-ibu… lebih senang yang mana, sama anak yang pasif atau komunikatif, yang ditanya langsung memberikan respon men jawab atau yang malah acuh, pasif dan kesannya jadi tidak peduli. Tentu saja yang komunikatif kan. Senang sekali jika Generos membantu anak menjadi komunikatif.
  • Anak yang malas makan jadi doyan makan. Keren banget ini, di saat para orang tua khawatir jika anaknya melancarkan aksi GTM (Gerakan Tutup Mulut), dan sangat mengantisipasi anaknya jadi stunting (tinggi badan anak lebih rendah dari anak seusianya), Generos hadir memberikan solusinya. Apalagi sejak lama diyakini bahwa pencernaan adalah otak kedua dalam tubuh manusia. Pintar makannya maka akan pintar juga otaknya.

Terbuat dari Bahan Alami Terbaik

Menariknya lagi Generos ini tidak terbuat dari bahan-bahan kimia dan sintetis yang menyebabkan efek samping berbahaya bagi tubuh anak. Ada 5 bahan herbal yang terkandung dalam Generos ini yaitu pegagan, madu hutan, ikan sidat, mengkudu, dan temulawak. 
Biasanya para ibu hanya mendapatkan satu atau dua kandungan di vitamin otak atau tumbuh kembang putranya. Tetapi di Generos 5 in1 yaitu 5 kebaikan dari alam dalam satu botol Generos. Misalnya di suplemen anak saya sebelumnya hanya ada temulawaknya saja, atau saya selingi menyuapkan madu 1-2 sendok per harinya. Jadi temulawak dan madu saja.
Sementara jika memberikan Generos 7-10 tetes 2 kali dalam sehari untuk anak saya yang berusia 4 tahun. Dan 7-16 tetes per harinya kepada anak saya yang 10 tahun, berarti kebaikan dari bahan alami terbaik yang menutrisi otak saya ada lima macam. Lebih banyak, kan.

Pengalaman Memberikan Generos ke Anak Sendiri

Setiap harinya 2x sehari tak lupa saya mengajak anak-anak untuk minum Generos. Caranya dengan meneteskan ke mulut anak. Biasanya saya agak mengeraskan suara saat menghitung jumlah tetesan Generos. Agar saya dan anak mengetahui jumlahnya juga

Kesannya, untuk anak saya yang berusia 10 tahun, ia jadi lebih bersemangat mengerjakan PR sekolah daringnya. Sebelumnya anak saya yang perempuan ini memang komunikatif orangnya, suka bertanya pada saya tentang hal-hal apa saja yang ingin diketahuinya. Setelah diberikan Generos selama beberapa bulan terakhir ini, Alhamdulillah nilai-nilai rapotnya cenderung merangkak naik. Berarti Generos betul memberikan pengaruh positif menutrisi otak anak saya.
Adapun pemberian kepada anak bungsu yang berusia 4 tahun. Saya memberikannya harus dengan bujuk rayu. Namanya juga balita, belum bisa dikasih arahan sebagaimana kakaknya. Namun setelah melihat kakaknya dengan sukarela dan bergembira ditetesi Generos, lambat laun ia pun mau diajak minum Generos.
Tampak anak saya semakin aktif dan nafsu makannya juga membaik. Sebelumnya kalau tiba waktunya makan anaknya mesti dikejar-kejar dahulu. Alhamdulillah sekarang tidak menolak lagi kalau disodori suapan nasi. Wah, terima kasih ya, Generos.

Kesimpulan

Pengalaman memberikan Generos ke anak sendiri sungguh membahagiakan saya. Di samping anak menjadi tumbuh sehat dan ceria, nilai rapot anak saya yang usianya 10 tahun pun meningkat. Sedangkan untuk adiknya yang berusia 4 tahun, nafsu makan yang tadinya buruk, perlahan-lahan normal kembali. Terbukti, Generos, nutrisi otak anal cerdas Indonesia!Pertama kali memegang kemasan Generos pada saat suplemen herbal yang kaya manfaat untuk anak ini tiba, sekitar pertengahan bulan April 2021 lalu. Waktu itu langsung saja saya mencari tahu perihal Generos di internet. Dan saya pun kaget membaca hasil penelusuran yang saya peroleh mengenai sederetan khasiat si nutrisi otak anak cerdas Indonesia ini.

Menjaga Mental Selama Mendampingi Anak Terapi Bicara Di Rumah

Hai apa kabar, Bunda semua… Semoga selalu dalam keadaan sehat yaa. Seorang ibu harus terus menerus dalam kondisi sehat walafiat. Bukan saja karena di masa pandemi Covid-19 ini kita dituntut menerapkan protokol kesehatan (prokes), namun karena sang ibu adalah motor penggerak kesehatan keluarganya. Termasuk saat mendampingi anak terapi bicara di rumah.

Apa itu Terapi Bicara?

Terapi bicara atau terapi wicara adalah metode yang bertujuan meningkatkan kemampuan bicara serta memahami diri mengekspresikan bahasa. Selain bahasa yang bersifat verbal, terapi bicara yang mencakup bahasa nonverbal juga.

Anak memerlukan terapi bicara jika memiliki gangguan-gangguan kemampuan seperti berikut:

  1. tidak lancar berbicara
  2. ada gangguan dalam artikulasi
  3. ketidakjelasan suara atau resonansi
  4. gangguan kosa kata
  5. gangguan kognitif
  6. autisme
  7. mutisme (di rumah mampu berbicara normal, tetapi di tempat umum enggan berbicara
  8. kesulitan memahami atau mengolah bahasa

Jadi jika anak memiliki salah satu atau beberapa jenis gangguan di atas, maka sebaiknya bunda berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan diagnosa, advis dan rekomendasi ke terapis wicara yang cocok dengan kebutuhan buah hati.

Terapi bicara tidak berdiri sendiri, tidak hanya dokter, perlu pula psikolog, terapis dan yang tak kalah pentingnya adalah peran orang tua dalam mendampingi anak terapi di rumah. Hal penting untuk diberikan pada anak yang sedang terapi bicara, Generos, nutrisi otak untuk anak cerdas Indonesia.

Mengapa penting memberikan Generos pada anak yang sedang menjalani terapi bicara? Karena Generos (Genius for Neuron) terbuat dari 5 (lima) bahan alam terbaik yaitu:

  1. Pegagan (Centella Asiatica), penambah kecerdasan otak terbaik.
  2. Madu hutan (Mel Depuratum), mengandung 3 probiotik Lactobacillus Ku nkeei, Lactobacillus sp, dan Lactobacillus vermiform yang sangat baik meningkatkan kemampuan cerna anak.
  3. Ikan Sidat, yang kaya kandungan Omega 3 dan Protein Albumin.
  4. Mengkudu, mengandung zat antibakteri dan membantu melancarkan peredaran darah
  5. Temulawak, mencegah bakteri jahat merusak sistem kekebalan tubuh, merangsang otak dan nafsu makan anak.
Berikan Generos 7-10 tetes 2x sehari sesuai usia anak, untuk membantunya lancar berbicara

Mengapa Bunda Perlu Menjaga Mental

Kesehatan mental sangat dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan seseorang yang meninggalkan dampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Seseorang siapapun itu termasuk seorang ibu, memiliki gangguan kesehatan mental jika memenuhi ciri-ciri di bawah ini:

a. Merasa sedih berkepanjangan tanpa alasan yang logis

b. Mati rasa atau tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya

c. Merasakan kelelahan luar biasa, tidak punya energi, dan memiliki masalah tidur (insomnia dan lain-lain)

d. Sering marah-marah berlebihan dan sangat sensitif

e. Merasa putus asa dan merasa tak berdaya

Ciri-ciri di atas dapat dicek pada diri bunda terutama yang sedang mendampingi putranya terapi bicara. Bunda mestilah memiliki kesabaran yang tinggi agar terapi ananda dapat memperlihatkan kemajuan yang berarti.

Ciri-Ciri Mental yang Sehat

Setelah melakukan pengecekan terhadap kesehatan mental menggunakan ciri-ciri mental yang tidak sehat. Bersyukur jika tidak mendapati masalah. Berikut ciri-ciri mental yang sehat:

a. Memiliki jiwa optimisme yang tinggi

b. Mampu mengendalikan diri dengan baik

c. Jarang merasa stres

d. Mudah bangkit dari keterpurukan

e. Terbuka dan mau bersedia menerima kritikan dari orang lain.

Nah, apakah kondisi bunda yang sedang menemani anaknya ketemu terapis bicara, hendaknya memperhatikan tanda-tanda kesehatan mental di atas.

Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Mendampingi Anak Terapi Wicara

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menjaga mentalnya. Mencari hal ternyaman yang bisa membuat diri fokus bahwa anak yang sedang terapi bicara adalah amanah yang diberikan kepada ibunda, bukanlah sebuah musibah.

Berikut cara-cara menjaga mental selama mendampingi anak terapi bicara di rumah:

  1. Menjalin hubungan baik. Dengan siapa? Dengan siapa saja yang ada di rumah. Lho, bukannya pada anak, suami, ART mungkin, selama ini Bunda sudah baik? Nah, jalin lebih baik lagi. Berikan senyuman terindah bagi anak yang sedang menjalani terapi bicaranya. Melihat wajah Bunda yang berseri-seri, akan berpengaruh positif pada kemajuan bicara anak.
  2. Katakan sesuatu yang positif pada diri sendiri. “Diriku, kamu bisa, kok! Yakin” Percaya bahwa Bunda mampu mendampingi anak dengan bahagia. Selain pada diri sendiri tentunya katakan juga kalimat positif pada anak dan keluarga di rumah.
  3. Aktif bergerak dan rajin berolahraga. Bunda bersliweran dalam rumah saja itu sudah bikin bahagia lho. Tidak percaya? Coba deh ingat waktu sedang sakit, rasanya menyesal pernah mengeluhkan rasa lelah karena mondar-mandir terus di dalam rumah, menyapu, mengepel, bikin kopi suami, memasak, menjemur pakaian, mengurus anak, merawat tanaman, begitu terus setiap harinya. Sisihkan waktu juga untuk berolahraga ringan di rumah ya.
  4. Mempelajari ketrampilan baru. Manusia itu makhluk yang baharu, dinamis dan sebenarnya menyukai hal-hal baru. Bunda bisa belajar cara menyunting video tumbuh kembang buah hati, ambil kursus menjahit, membuat novel, dan masih banyak lagi, dicari saja yang sesuai dengan passion.
  5. Membantu orang lain. Pernah tidak turut merasa lega saat orang yang dibantu juga merasakan kemudahan efek dari bantuan kita? Nah, hal sesederhana itu bisa menjaga mental Bunda lho. Maka sering-sering membantu orang lain sebenarnya berfaedah buat diri sendiri juga.
  6. Berusaha untuk tetap berkesadaran dan fokus. Mendampingi anak membutuhkan pikiran yang tetap sadar dan fokus. Bahwa tujuan terapi bicara untuk apa, bagaimana agar terapi yang dilakukan membawa hasil seperti yang diharapkan. Semuanya ada dalam pikiran Bunda sehingga ketika dilanda rasa bosan, misalnya, cepat kembali lagi ke kesadaran awal. dan stay focus.
  7. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Makanan yang masuk ke dalam tubuh ternyata memberikan pengaruh pada mental. Misalnya makan pisang menghilangkan stres karena pisang selain dikenal sebagai buah yang kaya serat, juga disebut sebagai mood food. Makan coklat bisa membantu pelepasan hormon Endorfin, si pencipta rasa bahagia. Tetapi jangan berlebihan, tetap dijaga keseimbangannya dengan menyantap makanan lainnya.
  8. Istirahat. Sebaiknya jika alarm tubuh mulai bunyi, tubuh merasa lelah, kaki pegal dan sebagainya, beristirahatlah. Jangan jor-joran dalam melakukan sesuatu. Beri waktu untuk tubuh mengistirahatkan dirinya.
  9. Tidur yang cukup. Ketika Bunda merasa capek langsung saja ajak anak tidur siang bersama. Misalnya dengan membacakan buku cerita sampai tertidur berdua. Bangun lagi sudah dalam keadaan yang lebih segar, kan. Tidur malam juga demikian, jangan begadang ya.
  10. Cari bantuan medis. Jika kesemua cara di atas tidak bisa dilakukan, dan ciri-ciri mental yang tidak sehat masih dirasakan ada dalam diri Bunda, maka jangan menunda untuk meminta bantuan medis. Sekarang kita berpikir mencari solusi agar Bunda tetap berbahagia dalam mendampingi anak selama terapi bicara.
Kesimpulan

Menjaga Mental Selama Mendampingi Anak Terapi Bicara Di Rumah sangat penting dilakukan bunda untuk dirinya sendiri. Ayah juga berkewajiban mendukung bunda, bergantian mendampingi anak, agar baik bunda, anak dan ayah serta siapapun di dalam keluarga, senantiasa terjaga mentalnya demi kesuksesan terapi bicara si kecil.

Salam sehat

Menerapkan Prokes Tanpa Stres

Hai, Sahabat Nafanifa… apa kabarnya… semoga sehat semua ya… Miris sekali saat membaca berita duka cita di grup-grup obrolan. Covid-19 pelan-pelan telah merenggut orang-orang terdekat teman-teman.

Bahkan di keluarga besar kami pun kakak sekeluarga yang terdiri dari 6 orang dalam satu keluarga, sempat dirawat di RS karena ada gangguan pernafasan akibat virus menular ini. Lalu ada pula cerita seorang kolega yang setelah terkena Covid-19 ia pun bisa positif kembali.

Ternyata infeksi tak mengubah susunan sel-sel tubuh sebagaimana yang dinyatakan beberapa ahli. Bahwa orang yang berhasil sembuh dari Coronavirus, akan kebal dan kemungkinan besar tidak akan tertular kembali.

Apa yang bisa kita lakukan untuk tidak terinfeksi Covid-19 kembali? Anggaplah kamu sudah kena Covid-19, maka jawabannya adalah lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Mau tidak mau harus ketat menjaga diri dan keluarga. Namun jangan sampai merasa stres ya. Berikut ulasan menerapkan protokol kesehatan tanpa stres.

Prokes 5 M

Protokol kesehatan atau jamak disingkat prokes dulunya hanya 3 aktivitas yang familier disebut 3M:

  1. Mencuci tangan
  2. Memakai masker
  3. Menjaga jarak

Mengingat masih masifnya perkembangan Covid-19 di tahun kedua pandemi ini, maka prokes 3 M pun ditingkatkan menjadi prokeds 5 M, yaitu dengan menambahkan 2 protokol lagi:

4. Menghindari kerumunan, jika kegiatan yang akan kamu datangi ternyata malah menciptakan kerumunan orang-orang, maka sikap bijak yang harus diambil adalah memilih untuk tidak pergi atau cari tempat yang lainnya.

5. Mengurangi mobilitas, jika hal yang akan dilakukan tidak penting-penting amat, lebih cerdas jika tetap berada di rumah saja. Dengan stay at home insyaallah kamu bakal lebih sehat karena terhindar dari kemungkinan paparan Covid-19.

Menerapkan Prokes Tanpa Stres

Apakah orang bisa stres dalam menerapkan prokes? Ya, tentu saja bisa. Seperti yang disampaikan kakak saya yang kepala puskesmas di suatu kecamatan. Ketika ada orang yang berkunjung ke puskesmas tanpa masker lalu diminta memakai masker dulu lantas cuci tangan di wastafel yang disediakan, orang tersebut malah marah-marah dan ingin meninju staf medis pria yang berpakaian APD (Alat Pelindung Diri).

Kenapa saya sebut orang tersebut stres? Usut punya usut ternyata ia kecewa dengan anjuran staf puskesmas beberapa bulan sebelumnya yang mengharuskan semua masyarakat disiplin memakai masker dan mencuci tangan. Ia turut menerapkannya pula, akunya.

Namun tetap juga terpapar Covid-19, hal ini diketahui dari hasil SWAB PCR nya yang positif. Padahal ia tidak merasakan apapun dan sehat-sehat saja tak ada keluhan. Karena dinyatakan OTG maka pihak medis meminta untuk melakukan isolasi mandiri, karena meski dia sendiri tidak ada apa-apa, dikhawatirkan anggota keluarga yang lain terlebih yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), terancam kesehatannya.

Menerapkan prokes mestinya dilakukan dengan senang hati. Karena inilah jalan untuk selalu menjadi sehat. Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak harusnya sudah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari di era kebiasaan baru ini (new normal).

Apa yang saya lakukan dalam menerapkan prokes tanpa stres?

  1. Menerima dengan lapang dada bahwa tak ada acara keluar tanpa pakai masker. Sudah menjadi bagian dari outfit keseharian, kalau keluar rumah meski hanya ke warung tetangga, wajib menggunakan masker. Rasanya kurang lengkap melangkan keluar rumah tanpa adanya penutup hidung dan mulut ini. Apalagi muncul info terbaru mengenai mutasi virus Corona menjadi beragam varian seperti varian Delta. Bisa menembus masker pula! Belum lagi habis rasa takjub dengan mampunya si Corona varian baru ini membobol benteng pertahanan masker, sudah muncul pula varian Delta Plus. Kabarnya bisa menembus masker 2 lapis. Subhanallah…
  2. Tidak malas mencuci tangan kalau pulang dari mana-mana atau saat akan menyentuh wajah, terutama hidung dan mulut. Hal ini harus ditaati jika tak ingin terbebas dari ruang isolasi, ventilator, positif, isolasi mandiri, atau apapun namanya yang menandakan bahwa kamu terpapar Covid-19. Lagipula dengan membiasakan selalu mencuci tangan, selain menjaga kebersihan tangan dan yang dipegang, juga jadi harum kan tangannnya. Oya, di dalam tas, di mobil, di sepeda motor, di banyak tempat di dalam rumah kami, selalu tersedia hand sanitizer sebagai pengganti sabun cuci dan air jika perlu cepat membersihkan tangan.
  3. Jangan segan menjauh dari tetangga, wah ini saya terapkan bukan berarti saya sombong ya, tetapi untuk menjaga nalar tetap sehat dalam menerapkan prokes. Banyak orang mendengung-dengungkan prokes namun saat berinteraksi dengan tetangga malah tidak jaga jarak saja. Apalagi ibu-ibu yang sedang belanja di warung tetangga tuh, tidak sadar malah bahu kiri dan kanannya bersinggungan dengan bahu tetangganya saat memilih-milih sayuran. Pengalaman saya, langsung meminta diri atau mengambil jarak agar tidak berdempetan dengan tetangga tersebut. Kita tidak tahu dia sudah kontak erat dengan siapa saja sebelumnya, bukan.
  4. Tidak pergi ke tempat yang berpotensi membuat kerumunan.
  5. Memilih untuk berdiam di rumah sambil mengerjakan pekerjaan yang bisa diselesaikan dari rumah saja.

Kendati demikian saya tetap berempati kepada saudara-saudara kita yang di luar sana, harus keluar rumah juga menjajakan dagangan kaki limanya. Sebab jika tidak keluar maka tidak ada pemasukan keuangan keluarga. Semoga pandemi ini cepat berlalu dan semuanya bisa kembali seperti sedia kala dan bisa jadi lebih baik lagi. Amin.

Kesimpulan

Menerapkan prokes tanpa stres tentu bisa saya dan kamu lakukan. Dengan menaati protokol mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Meyakini bahwa menjalan prokes dengan keikhlasan hati demi kesehatan diri dan keluarga adalah solusi untuk tidak merasa tertekan dengan kondisi sekarang ini.

Salam sehat

Cara Mencintai Diri Sendiri

Sebelumnya selamat datang saya ucapkan di blog nafanifa.com. Tadinya blog ini saya hadiahkan buat suami tercinta yang ingin menulis blog juga seperti saya.

Namun karena satu dan lain hal terkait rutinitas ngantornya yang sangat padat, jadilah setiap pulang kantor langsung tidur, tidak sanggup buka-buka laptop lagi. Beliau mempersilakan saya untuk mengisinya, sayang kan blognya penuh debu dan jelaga, jadi saya bersih-bersih nih ceritanya.

Cintai dirimu / SehatQ

Mengapa Perlu Mencintai Diri Sendiri?

Kalau ditanya seperti ini pasti jawabannya tak terhingga dong ya, sebab yang namanya mencintai diri mestinya wajib hukumnya. Karena tidak mungkin kita akan bisa mencintai pula orang lain jika kita belum selesai mencintai diri sendiri.

Berikut alasan mengapa penting mencintai diri dulu baru kemudian orang lain

  1. Orang yang mencintai dirinya biasanya percaya diri, Memiliki rasa percaya diri adalah salah satu pendukung kesuksesan kamu di bidang apapun. Percaya bahwa kamu bisa mengerjakan suatu pekerjaan, ini adalah afirmasi positif yang melejitkan potensi diri.
  2. Orang yang mencintai dirinya akan selalu bersemangat menyongsong pagi hari. Yup, sebab ia mempunyai sederet rencana yang akan dilakukannya sebagai efek dari tingginya motivasi internal yang datang dari dalam diri.
  3. Menjadi mudah berempati pada orang lain. Tak heran jika orang yang punya self love dalam dirinya, akan pandai menimbang rasa pada orang lain, dia akan berhati-hati pada tutur kata dan sikap. Sebab sebagai orang yang mencintai diri, ia tahu betul tidak nyamannya jika diperlakukan sembarangan oleh orang lain.
  4. Mengasah jiwa sosial pada orang lain. Orang yang mencintai dirinya lebih mudah terpanggil untuk orang lain. Contohnya ketika kamu sedang naik pesawat, pramugari akan memperagakan tutorial memakai masker oksigen untuk para penumpang. Salah satu anjurannya adalah pakai dahulu masker buat diri sendiri barulah menolong memakaikan ke orang di sebelah kamu. Begitu pentingnya mengamankan diri sendiri terlebih dulu.
  5. Orang yang mencintai dirinya tentunya menjadi orang yang berbahagia. Ketika seseorang nyaman dengan dirinya, pastinya ia jarang mengeluh, menyesalkan kondisi yang ada yang ujung-ujungnya tidak bersyukur dan tidak bahagia. Tetapi berbeda dengan orang yang menerapkan self love, ia penuh syukur yang mendatangkan kebahagiaan.

Cara Mencintai Diri Sendiri

Menurut kanal Youtube Satupersen, ada 3 (tiga) elemen yang membentuk cara dan mampu membuat kita menjadi lebih bisa mencintai diri sendiri.

  1. Perlakukan diri sendiri dengan baik

Kecewa sama diri sendiri sah-sah aja, namun jangan sampai menyesali diri dan akhirnya berkeluh kesah seolah kamu tidak mensyukuri segala kebaikan yang sudah kamu miliki. Jadi katakan pada diri, “Kita emang gagal kali ini, tapi next time bisa kita coba lagi ya.” Coba rasakan aura positifnya dibandingkankan melihat muka kamu lagi cemberut saat becermin.

2. Manusia bukanlah makhluk yang sempurna

Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Selama ia masih manusia pastilah memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan. Perbedaan di antara manusia yang tidak sempurna itu adalah kemampuan untuk mengelola ketidaksempurnaan menjadi nilai lebih dengan ikhtiar yang maksimal.

3.Biasakan diri melatih diri mindfulness

Mindfulness dalam self love bisa berarti sikap menerima keterbatasan diri dan mau mengapreasiasi diri. Sehingga pikiran kamu bisa lebih tentram, tidak membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain, dan sebagainya.

Kesimpulan

Cara mencintai diri sendiri ada 3 yaitu, dengan memulai segalanya dari diri sendiri, lalu menerima fakta bahwa manusia bukan makhluk yang sempurna, dan melatih diri mindfulness.

Demikian sharing perdana saya di blog anaknya Fadlimia ini, harap maklum kondisinya masih seadanya, insyaallah akan ditingkatkan lagi menjadi blog yang menarik dan tentunya memberikan manfaat bagi banyak pembacanya.
Salam sehat!